Waspada DBD, Ratusan Warga Bangka Belitung Terpapar

PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.id - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Pangkalpinang mengalami lonjakan di awal tahun 2024 ini. Hingga Maret 2024 sudah 819 warga yang harus dirawat karena gigitan nyamuk Aedes Aegypti di Bangka Belitung.
"Jumlah kasus DBD di Rumah Sakit Depati Hamzah Pangkalpinang ini, itu dari Januari - Maret terdiri dari 100 pasien anak dan dewasa, 100 ini didominasi pasien anak dirawat saat ini masih 5 pasien, 5 pasien termasuk dewasa juga," kata Dokter Spesialis Anak RSUDDH Pangkalpinang, dr Helviani, Senin (6/5/2024).
Helviani mengatakan, dari 100 kasus tersebut, jumlahnya didominasi pasien anak-anak usia sekolah, namun tidak ada yang sampai meninggal dunia untuk wilayah Kota Pangkalpinang.
"Penderita DBD yang parah, kondisi ini bisa menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (syok) dan bahkan kematian," kata dia.
Sementara itu, Kepala Seksi P2M Dinas Kesehatan Pemprov Bangka Belitung, Evalusi menjelaskan, dengan datangnya musim hujan mengakibatkan peningkatan pada sejumlah penyakit, utamanya demam berdarah.
Agenda pemberantasan sarang nyamuk juga sudah mulai digencarkan melalui Puskesmas di setiap kecamatan dan Puskesmas Pembantu (Pustu) di desa untuk memantau di wilayah masing-masing.
"Yang paling penting kita menumbuhkan kesadaran masyarakat termasuk kita sendiri bagian dari masyarakat kita juga harus Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS), agar tidak ada sarang nyamuk," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk menekan kasus DBD masyarakat harus meningkatkan pola hidup bersih dan sehat, berolahraga istirahat cukup serta memakan makanan bergizi.
Dinkes Provinisi Bangka Belitung mencatat selama Januari - Maret 2024 di 7 Kabupaten Kota, kasus DBD ada 819 kasus, 11 diantaranya meninggal dunia, didominasi oleh anak-anak
"Penanganan sudah gencar dilakukan termasuk fogging di kawasan terdampak, tetapi tidak semua lokasi di fogging karena kita punya atauran, karena fogging sembarangan takutnya racunnya di kita malah jadi resisten," ujarnya.
Evalusi meminta warga yang mengalami gejala demam berdarah seperti demam tinggi 39 derajat celcius, bintik kemerahan pada kulit, nyeri sendi, nyeri otot, untuk segera ke Puskesmas terdekat atau RSUD untuk mendapat penanganan pengobatan.
Editor : Muri Setiawan