Dalam kegiatan tersebut, Bank Indonesia menghadirkan Akademi Mudah Ekspor sebagai mitra pembelajaran bagi para pelaku UMKM.
Materi yang diberikan mencakup sejumlah tantangan utama yang kerap dihadapi UMKM ketika memasuki pasar internasional. Di antaranya penentuan harga ekspor, pengelolaan biaya logistik, pembangunan digital presence, strategi mendapatkan buyer melalui kanal digital, negosiasi dan kontrak dagang, hingga penyusunan strategi ekspor berbasis studi kasus.
Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui penyampaian teori, tetapi juga praktik sehingga peserta dapat memahami proses ekspor secara lebih kontekstual.
Dengan pembekalan tersebut, UMKM diharapkan mampu mengambil keputusan ekspor secara lebih terukur dan efisien, sekaligus memitigasi berbagai risiko dalam perdagangan internasional.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan melalui site visit best practice ke dua UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, yakni Kultiva Co. dan Minang Kakao.
Kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung kepada peserta mengenai strategi membangun daya saing melalui peningkatan nilai tambah produk, pemenuhan standar, penguatan branding, konsistensi kualitas, hingga pengembangan akses pasar internasional.
Editor : Haryanto
Artikel Terkait
