Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Pasir Garam, Amelia, mengaku kesulitan mendapatkan air bersih sejak sekitar satu bulan terakhir.
“Sudah sekitar satu bulan air mulai sulit. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kami terpaksa membeli air. Dalam dua hari bisa mengeluarkan sampai Rp100 ribu,” ujar Amelia.
Menurut Amelia, bantuan 15 ton air bersih tersebut sangat membantu warga, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah kondisi kemarau.
Warga berharap penyaluran air bersih dapat terus dilakukan apabila kondisi kekeringan masih berlangsung. Dengan demikian, beban pengeluaran masyarakat untuk membeli air bersih dapat ditekan.
Kondisi ini sekaligus menjadi gambaran dampak kemarau terhadap ketersediaan air bersih yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Pangkalpinang.
Editor : Haryanto
Artikel Terkait
