Krisis Air Bersih Melanda Pangkalpinang, Relawan Pakar Bagikan 15 Ton Air Bersih

Haryanto
Relawan Pasukan Anti Karhutla (Pakar) saat bagikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Pangkalpinang. Foto : ist

PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.idKrisis air bersih mulai menghantui warga di sejumlah wilayah Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung. Selama hampir satu bulan, masyarakat Kelurahan Pasir Garam dan sekitarnya, Kecamatan Gabek, kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat warga terpaksa membeli air bersih dengan biaya yang tidak sedikit. Dalam waktu hanya dua hari, pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga bisa mencapai Rp100 ribu.

Di tengah kesulitan tersebut, Pasukan Anti Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bentukan Korem 045/Garuda Jaya turun tangan membantu masyarakat.

Sebanyak 15 ton air bersih disalurkan kepada warga di tiga titik wilayah Kecamatan Gabek, termasuk Kelurahan Pasir Garam dan kawasan sekitarnya.

Ketua Relawan Pasukan Anti Karhutla (Pakar) Bangka Belitung, Zikri Alamsyah, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kondisi kemarau dan mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

 “Total yang kita salurkan 15 ton air bersih dan didistribusikan ke tiga titik. Ini sebagai bentuk kepedulian kami untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kemarau,” kata Zikri, Sabtu (19/9/2026). 

Menurut Zikri, pasukan yang selama ini berfokus pada mitigasi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan juga merespons dampak kemarau yang mulai dirasakan masyarakat.

Penyaluran air bersih dilakukan sebagai langkah sementara untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, terutama di wilayah yang mulai mengalami kekurangan pasokan air.

Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Pasir Garam, Amelia, mengaku kesulitan mendapatkan air bersih sejak sekitar satu bulan terakhir.

“Sudah sekitar satu bulan air mulai sulit. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kami terpaksa membeli air. Dalam dua hari bisa mengeluarkan sampai Rp100 ribu,” ujar Amelia.

Menurut Amelia, bantuan 15 ton air bersih tersebut sangat membantu warga, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah kondisi kemarau.

Warga berharap penyaluran air bersih dapat terus dilakukan apabila kondisi kekeringan masih berlangsung. Dengan demikian, beban pengeluaran masyarakat untuk membeli air bersih dapat ditekan.

Kondisi ini sekaligus menjadi gambaran dampak kemarau terhadap ketersediaan air bersih yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Pangkalpinang.

Editor : Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network