Harga Ayam di Babel Tembus Rp49 Ribu

Haryanto
Pedagang ayam di Pasar Tradisional Mentok, Kabupaten Bangka Barat  Foto : dok. Lintasbabel.iNews.id/ Oma Kisma

PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.id – Harga daging ayam ras di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus melonjak. Hingga pertengahan September 2026, harga komoditas tersebut mencapai Rp49.354 per kilogram, atau naik 13,04 persen dibandingkan Agustus yang berada di angka Rp43.661 per kilogram.

Kenaikan harga ayam ini menjadi perhatian Bank Indonesia (BI) Babel karena telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebesar Rp40.000 per kilogram.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bergerak cepat mengantisipasi kenaikan harga yang masih berlanjut.

“TPID perlu bergerak cepat untuk mengantisipasi lonjakan harga komoditas daging ayam ras yang masih berlanjut,” kata Rommy dalam keterangan tertulis yang dikutip, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, kenaikan harga ayam dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari tingginya harga ikan laut akibat keterbatasan stok dan cuaca ekstrem, gangguan produksi ayam, hingga meningkatnya kebutuhan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, kecenderungan pelaku usaha mempertahankan margin keuntungan serta meningkatnya kebutuhan menjelang acara keagamaan turut menjadi perhatian.

 

Rommy mengatakan, TPID bersama Satgas Pangan perlu melakukan inspeksi dari hulu ke hilir untuk memastikan kelancaran pasokan dan mencegah potensi penimbunan.

“TPID berkolaborasi bersama Tim Satgas Pangan melakukan investigasi rantai nilai komoditas daging ayam ras dari sisi hulu ke hilir,” ujarnya.

Langkah tersebut mencakup pemeriksaan kandang dan peternak ayam, pemantauan harga di tingkat konsumen, pengecekan distributor, serta memastikan distribusi pasokan dari luar daerah tetap lancar.

BI Babel juga mendorong koordinasi dengan produsen dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan ayam ras bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Rommy menegaskan BI terus mendukung stabilisasi harga melalui program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Dukungan itu diwujudkan melalui fasilitasi Operasi Pasar Murah (OPM), Gerakan Pangan Murah (GPM), perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), serta Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).

“Langkah konkret tersebut telah dilakukan oleh Bank Indonesia dengan memberikan fasilitasi terhadap pelaksanaan Operasi Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah,” kata Rommy.

Salah satu upaya yang telah dilakukan yakni memfasilitasi pengiriman 7.000 kilogram daging ayam beku ke Belitung Timur.

BI berharap langkah penguatan pasokan dan koordinasi lintas instansi dapat membantu menjaga keterjangkauan harga pangan masyarakat di Bangka Belitung.

Editor : Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network