BANGKA BARAT, Lintasbabel.iNews.id – Festival Durian Jerieng yang dirangkaikan dengan Kontes Durian digelar di Desa Pelangas, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) 20 Desa Wisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini diharapkan mampu mendorong Pelangas menjadi destinasi wisata durian unggulan sekaligus melestarikan varietas durian lokal.
Desa Pelangas dikenal memiliki kawasan kelekak yang menghasilkan beragam jenis durian lokal dengan cita rasa khas. Melalui kontes tersebut, puluhan varietas durian diperkenalkan kepada masyarakat sebagai upaya mencari sekaligus melestarikan plasma nutfah durian lokal bernilai ekonomi tinggi.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wydia Kemala Sari, mengatakan Festival Durian Jerieng tidak hanya menghadirkan kontes durian, tetapi juga mengangkat tradisi nganggung durian sebagai daya tarik wisata.
"Festival ini kami kemas dengan mengangkat potensi budaya lokal melalui tradisi nganggung durian. Harapannya, kegiatan ini dapat berkembang menjadi agenda pariwisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan ke Bangka Belitung," ujarnya.
Menurut Wydia, durian memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata daerah. Dia berharap Bangka Belitung dapat menjadi tujuan wisatawan yang ingin menikmati durian berkualitas, sebagaimana Malaysia dikenal sebagai destinasi wisata durian.
"Kenapa orang bisa datang ke Malaysia hanya untuk menikmati durian? Kita juga berharap wisatawan mau datang ke Bangka Belitung untuk merasakan durian khas daerah kita. Ini menjadi salah satu target unggulan kami dalam mendatangkan wisatawan," katanya.
Untuk memperluas promosi, Pemprov Bangka Belitung juga menggandeng sejumlah influencer agar Festival Durian Jerieng semakin dikenal masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Kepala UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Mutu Benih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Irman, mengatakan sebanyak 52 varietas durian lokal mengikuti kontes tahun ini.
Menurutnya, festival tersebut menjadi momentum untuk menemukan sumber daya genetik durian lokal yang berpotensi didaftarkan ke Kementerian Pertanian sebagai varietas unggul lokal nasional.
"Varietas seperti Namlung dan Klamunod telah menjadi contoh durian unggul lokal yang mampu bersaing secara nasional. Apabila suatu varietas telah terdaftar, nilai ekonominya dapat meningkat berkali-kali lipat," ucap Irman.
Dia menambahkan, kontes durian juga menjadi langkah pemerintah menjaga plasma nutfah agar varietas lokal tidak punah akibat modernisasi pertanian. Kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala sebagai bagian dari pengembangan desa wisata dan peningkatan ekonomi masyarakat.
"Setelah ditetapkan juara pertama, kedua, dan ketiga, pemerintah tidak berhenti sampai di situ. Varietas-varietas unggulan tersebut akan tetap mendapatkan pembinaan sebagai bagian dari upaya pengembangan durian lokal Bangka Belitung," tuturnya.
Melalui Festival Durian Jerieng, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap potensi durian lokal dapat menjadi identitas wisata daerah sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui pengembangan desa wisata yang berkelanjutan.
Editor : Haryanto
Artikel Terkait
