Kades di Belitung Usulkan Budidaya Cabai hingga Pemanfaatan Lahan IUP PT Timah dalam Pembaruan RIPPM

Meriyanti
Pembaruan Dokumen RIPPM PT.Timah tampung aspirasi Kades se Kabupaten Belitung. Foto : ist

BELITUNG, Lintasbabel.iNews.id – Pemerintah desa di Kabupaten Belitung mengusulkan berbagai program pemberdayaan masyarakat kepada PT Timah Tbk dalam Forum Group Discussion (FGD) pembaruan Dokumen Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM), Kamis (2/7/2026). Usulan yang disampaikan mulai dari pengembangan budidaya cabai, peternakan sapi dan ayam petelur hingga pemanfaatan lahan IUP PT Timah untuk mendukung ketahanan pangan.

FGD yang digelar di Ruang Rapat Pemerintah Kabupaten Belitung tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung Marzuki, Kepala Dinas ESDM Belitung, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, serta kepala desa se-Kabupaten Belitung.

Department Head Onshore Mining Area 1 PT Timah Tbk, Andriansyah, mengatakan forum tersebut menjadi wadah membangun diskusi yang konstruktif, terbuka, dan solutif dalam penyusunan dokumen RIPPM agar program pemberdayaan masyarakat tepat sasaran.

"Kami menyadari dokumen induk PPM harus komprehensif dan tepat sasaran. Penyusunan dokumen ini tidak dapat dilakukan secara sepihak," ujar Andriansyah.

Menurutnya, sinergi, kolaborasi, dan keterbukaan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Ia berharap pembaruan RIPPM tidak hanya berorientasi pada banyaknya program yang dijalankan, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, Marzuki, mengapresiasi PT Timah yang melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat dalam penyusunan pembaruan RIPPM.

"FGD ini menjadi ruang penting untuk menyerap aspirasi masyarakat, menjawab kebutuhan, sekaligus menggali dan mengembangkan potensi daerah. Tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi, tetapi juga memberikan nilai tambah dan memperkuat kemandirian masyarakat," katanya.

Marzuki berharap program PPM PT Timah selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Belitung sehingga pembangunan dapat berjalan terarah dan berkelanjutan.

"Kami berharap PPM menyentuh seluruh sektor, mulai dari pariwisata, ekonomi, budaya, hingga infrastruktur melalui peningkatan keterampilan masyarakat sebagai peta jalan pembangunan sosial ekonomi. Dengan begitu masyarakat mampu menjadi lebih kreatif, tangguh, dan berdaya saing," ujarnya.

Dalam sesi diskusi, sejumlah kepala desa menyampaikan usulan program yang dinilai dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kepala Desa Buluh Tumbang, Rizwan, mengatakan desanya telah mengembangkan budidaya cabai besar dan cabai rawit, peternakan sapi, serta ayam petelur. Ia berharap PT Timah dapat meningkatkan dukungan melalui program CSR agar pengembangan usaha masyarakat semakin optimal.

"Saat ini banyak efisiensi anggaran. Dengan adanya kegiatan ini kami berharap PT Timah dapat memberikan bantuan CSR yang lebih besar karena masyarakat kami sudah mampu mengelolanya dengan baik," katanya.

Rizwan menjelaskan kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan lahan untuk menanam rumput pakan ternak. Karena itu, pihaknya mengusulkan agar PT Timah memberikan izin pemanfaatan sebagian lahan IUP yang memungkinkan digunakan untuk budidaya rumput pakan sapi.

"Kami berharap PT Timah dapat menganalisis lahan IUP yang bisa dimanfaatkan dengan legalitas yang jelas sehingga masyarakat tidak menghadapi persoalan hukum di kemudian hari," ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Desa Selumar mengusulkan agar kebun kelapa sawit seluas sekitar 26 hektare yang merupakan bagian dari program CSR PT Timah dapat diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah desa.

Menurut perwakilan Desa Selumar, kebun sawit tersebut nantinya dapat dikelola bersama koperasi desa maupun Koperasi Desa Merah Putih guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Saat ini kebun sawit tersebut sudah berusia sekitar dua tahun, namun pengelolaannya masih belum jelas. Kami berharap ada kepastian dari PT Timah mengenai langkah dan mekanisme pengelolaannya," ujarnya.

Seluruh aspirasi yang disampaikan para kepala desa akan menjadi masukan dalam penyusunan pembaruan Dokumen RIPPM PT Timah agar program pemberdayaan masyarakat lebih sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah di Kabupaten Belitung.

Editor : Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network