Salah satu penulis, Tofan Randy Wijaya, menjelaskan bahwa buku SELARAS disusun dalam format antologi yang berisi kumpulan cerita para pelaku reklamasi. Karena itu, buku tersebut tidak ditulis layaknya laporan perusahaan yang formal.
“SELARAS bukan buku laporan perusahaan. Kami ingin menghadirkan cerita yang dekat dengan pembaca sehingga siapa pun dapat memahami proses reklamasi dari sudut pandang para pelaku di lapangan,” ujarnya.
Selain reklamasi darat, buku ini juga mengangkat kisah reklamasi laut, termasuk upaya pemulihan ekosistem perairan melalui program konservasi dan rehabilitasi lingkungan yang dijalankan perusahaan.
Melalui buku SELARAS, para penulis berharap pengalaman dan praktik baik yang telah dilakukan dapat menjadi sumber pembelajaran, memperkaya literasi lingkungan, serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya reklamasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pascatambang.
Editor : Haryanto
Artikel Terkait
