PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.id - Perjalanan panjang Yayasan Alobi dalam menyelamatkan satwa liar di Kepulauan Bangka Belitung akhirnya berbuah penghargaan tingkat nasional. Organisasi konservasi tersebut menerima Penghargaan Kalpataru Adya Kategori Penyelamat Lingkungan Tahun 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat, dalam acara yang digelar di Gedung Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Pengakuan tersebut diberikan atas konsistensi Yayasan Alobi selama 12 tahun menggerakkan upaya penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran satwa liar, khususnya di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam kurun waktu tersebut, Yayasan Alobi tercatat telah melepasliarkan lebih dari 8.000 satwa dari berbagai jenis kembali ke habitat alaminya. Tidak hanya fokus pada penyelamatan satwa, organisasi ini juga aktif melakukan edukasi lingkungan dan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.
Ketua Yayasan Alobi, Langka Sani, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa gerakan konservasi yang dimulai dari daerah mampu mendapat perhatian di tingkat nasional.
"Penghargaan ini bukan hanya milik Yayasan Alobi, tetapi milik seluruh pihak yang selama ini berjalan bersama kami dalam menjaga lingkungan dan satwa liar Indonesia," ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, penghargaan Kalpataru Adya 2026 menjadi motivasi untuk memperkuat gerakan konservasi di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi, mulai dari perburuan satwa hingga kerusakan habitat.
"Selama ini Yayasan Alobi membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, hingga relawan yang terlibat langsung dalam berbagai program penyelamatan satwa liar," kata Langka Sani.
Menurut Langka, Keberhasilan meraih Kalpataru juga dinilai menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bangka Belitung. Sebab, Yayasan Alobi membawa nama daerah ke panggung nasional melalui kerja-kerja konservasi yang berdampak nyata terhadap pelestarian lingkungan.
"Penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya menjaga alam tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem dan keanekaragaman hayati Indonesia," tuturnya.
Dengan raihan Kalpataru Adya 2026, Yayasan Alobi berharap semakin banyak generasi muda yang tergerak untuk ikut menjaga lingkungan serta berperan aktif dalam penyelamatan satwa liar di Indonesia.
Editor : Haryanto
Artikel Terkait
