PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.id - Sebanyak 29 penumpang maskapai Super Air Jet gagal terbang dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Kamis (2/4/2026).
Padahal mereka mengaku sudah antre hendak masuk ke dalam pesawat.
Merasa dirugikan, penumpang yang merupakan rombongan santri Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Pasuruan itu melapor ke Polda Babel.
Menurut keterangan wali santri, rombongan tersebut ada 70 orang, namun sebanyak 29 lainnya gagal berangkat meski sudah mengantongi boarding pass.
Mereka mengaku menderita kerugian sekitar Rp100 juta atas kejadian tersebut.
Menyikapi hal itu, pihak Super Air Jet menyampaikan penjelasan terkait 29 pelanggan yang tidak
dapat mengikuti penerbangan rute Pangkalpinang (PGK) – Jakarta Soekarno-Hatta (CGK) pada 2 April 2026.
Penyebabnya karena rombongan penumpang tersebut tidak hadir atau belum melapor di ruang tunggu (no show gate) sesuai waktu yang telah ditentukan.
"Sebagai informasi, dalam penerbangan domestik, ruang tunggu keberangkatan ditutup tepat 10 menit sebelum jadwal keberangkatan pesawat. Setelah batas waktu tersebut, pelanggan tidak lagi dapat masuk ke pesawat, meskipun telah memiliki boarding pass. Ketentuan ini berlaku untuk menjaga ketertiban, ketepatan waktu, serta keselamatan penerbangan," kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Super Air Jet dalam keterangan, Sabtu (4/4/2026).
Editor : Alza Munzi Hipni
Artikel Terkait
