Ia menyebutkan, bencana paling rawan di Babel saat cuaca ekstrem adalah banjir dan puting beliung.
"Yang lebih banyak bencana hidrometeorologi artinya cuaca ekstrem hujan angin dan lain-lain, secara umum itu dampak global dan ini fenomena alam secara berkala, tidak ada hubungan langsung dengan kegiatan pertambangan," katanya.
Ia menambahkan, untuk pencegahan yang harus dilakukan guna mengantisipasi bencana adalah mengurangi emisi karbon dan mencegah penebangan hutan atau illegal logging secara massif.
Baca Juga:
Editor : Muri Setiawan
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Artikel Terkait
BERITA POPULER
+
News Update
