Disparbudkepora Gelar Pelatihan Digitalisasi Branding Bagi Pengelola Destinasi Wisata

Reza Wahyudhi Thamrin
Pelatihan Digitalisasi Branding, Pemasaran dan Penjualan pada Desa Wisata, Homestay/Pondok Wisata, Kuliner, Souvenir dan Fotografi. (Foto : ist)

PANGKALPINANG, lintasbabel.id - Dinas Pariwisata, Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menggelar Pelatihan Digitalisasi Branding, Pemasaran dan Penjualan pada Desa Wisata, Homestay/Pondok Wisata, Kuliner, Souvenir dan Fotografi. Kegiatan akan dilaksanakan mulai tanggal 11 - 13 Oktober 2021 di Grand Ballroom Fox Harris Hotel Pangkalpinang.

Kegiatan dibuka Kabid Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disparbudkepora Babel Firmansyah, mewakili Kepala Disparbudkepora Babel Suharto.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, kompetensi bagi pengelola destinasi dan daya tarik wisata dalam memanfaatkan teknologi informasi komunikasi pemasaran pariwisata.

Selain itu, kegiatan Digitalisasi tahun 2021 merupakan salah satu Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik dana pelayanan kepariwisataan dari Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) yang diberikan kepada Provinsi Babel. 

"Patut diketahui DAK Non Fisik ini, diberikan kepada daerah untuk mendukung peningkatan kualitas destinasi pariwisata dan daya saing pariwisata daerah, meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas masyarakat lokal, serta perluasan kesempatan kerja di bidang pariwisata," kata Firman.

Penentuan Daerah penerima DAK Non Fisik ini, memperhatikan hal seperti Provinsi/Kabupaten/Kota yang berada di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, delapan Destinasi Pariwisata Pengembangan dan satu Revitalisasi Bali.

Kepala Seksi Pemasaran Pariwisata Disparbudkepora Anugrah Gusta Prima selaku Ketua Panitia Kegiatan Pelatihan, berharap para peserta kegiatan yang terdiri dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Hutan Kemasyarakatan (HKM) yang mengelola destinasi serta daya tarik wisata bisa memahami pentingnya digital marketing maupun fotografi untuk mempromosikan daya tarik pariwisata yang mereka kelola melalui Media Sosial dan Digital Marketing.

"Diharapkan setelah pelatihan mereka bisa mengambil foto dengan benar sesuai teknik fotografi yang diajarkan minimal mengambil gambar secara langsung dengan smartphone, dan bisa mengupload ke Medsos serta melalui Digital Marketing untuk dipromosikan," ujar Gusta.

Peserta pelatihan selain menerima teori di kelas dari narasumber, juga melakukan kunjungan lapangan ke Daya Tarik Wisata agar memberikan dampak maksimal bagi semua peserta.

 

Editor : Haryanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network