Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Saksi PT Timah Akui SP dan SPK Sesuai Permen, Pembela: Fakta Ini Meringankan Terdakwa
Advertisement . Scroll to see content

PT Timah Dukung Inovasi SI-KOMPOS, Sampah Organik di Bangka Diolah Jadi Pupuk Kompos

Jum'at, 06 November 2026 | 08:40 WIB
  • author Firman
PT Timah Dukung Inovasi SI-KOMPOS, Sampah Organik di Bangka Diolah Jadi Pupuk Kompos
PT TIMAH Dukung Inovasi SI-KOMPOS, Sampah Organik di Bangka Diolah Jadi Pupuk Kompos. Foto : ist

BANGKA, Lintasbabel.iNews.id – Sampah organik yang selama ini berpotensi menumpuk kini diolah menjadi produk bermanfaat melalui inovasi SI-KOMPOS yang dikembangkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Rumah Kompos Matras, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Program pengolahan sampah organik tersebut mendapat dukungan PT TIMAH Tbk sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat sekaligus menciptakan nilai tambah dari limbah.

Dukungan perusahaan diserahkan dalam kegiatan peluncuran Kampung Pintar Pilah Sampah GEMPITA MAS (Gerakan Memilah Pintar dan Mengelola Sampah) di Terminal Bayangan, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (4/11/2026).

Melalui dukungan tersebut, PT TIMAH membantu perbaikan sarana dan prasarana mesin pengolahan di Rumah Kompos Matras agar kegiatan produksi kompos dapat kembali berjalan optimal.

KSM Rumah Kompos Matras yang berdiri sejak 2023 dan beranggotakan 15 orang ini secara bertahap mengembangkan pengolahan sampah organik dari lingkungan permukiman hingga kawasan wisata, khususnya di sekitar Pantai Matahari Asli, Desa Matras.

Ketua KSM Rumah Kompos Matras, Teguh Rianda, mengatakan inovasi SI-KOMPOS memanfaatkan sampah organik seperti daun ketapang, dedaunan kering, serta sisa bahan organik lainnya untuk diolah menjadi pupuk kompos.

Sampah yang dikumpulkan petugas kebersihan di kawasan wisata akan dipilah, kemudian diproses menjadi kompos. Hasil pengolahan tersebut nantinya dimanfaatkan kembali untuk mendukung penghijauan di kawasan wisata.

"Di kawasan destinasi wisata, kami akan mengambil sampah yang dikumpulkan petugas kebersihan, seperti daun ketapang dan dedaunan kering lainnya. Sampah tersebut kemudian diolah menjadi kompos dan hasilnya akan dikembalikan lagi untuk mendukung penghijauan di kawasan wisata," ujar Teguh.

Dia menjelaskan, dalam menjalankan kegiatan produksi, KSM Rumah Kompos Matras sempat menghadapi kendala akibat kerusakan mesin pengolahan. Kondisi tersebut menyebabkan proses produksi kompos terhambat.

Untuk mengatasi persoalan itu, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan PT TIMAH guna mencari solusi agar aktivitas pengolahan sampah dapat kembali berjalan.

"Bantuan dari PT TIMAH sangat berarti bagi kami. Sebelumnya, mesin yang digunakan untuk produksi mengalami kerusakan sehingga proses pengolahan kompos menjadi terhambat. Kami berharap dengan adanya dukungan ini, kegiatan produksi dapat kembali berjalan dan inovasi SI-KOMPOS terus berkembang," katanya.

Teguh berharap, kolaborasi tersebut tidak hanya membantu keberlangsungan produksi kompos, tetapi juga membuka peluang ekonomi produktif bagi anggota kelompok.

Bahkan, dia berharap kompos yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan PT TIMAH untuk mendukung program penghijauan perusahaan.

"Harapan kami, sinergi ini tidak berhenti sampai di sini. Setelah mesin diperbaiki dan produksi kompos kembali berjalan, kami berharap hasilnya dapat dibeli PT TIMAH untuk mendukung kegiatan penghijauan perusahaan. Ke depan, kami juga berharap ada dukungan untuk pengembangan inovasi dan kegiatan lainnya," tuturnya.

Sementara itu, Division Head of Engineering PT TIMAH Tbk, M. Ihsan, mengatakan pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, upaya menjaga lingkungan perlu dimulai dari lingkup terkecil, salah satunya dengan membiasakan masyarakat memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.

"PT TIMAH berkomitmen mendukung berbagai inisiatif masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kami berharap dukungan kepada KSM Rumah Kompos Matras dapat membantu mengoptimalkan kembali kegiatan pengolahan sampah organik melalui SI-KOMPOS sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," kata Ihsan.

Dia berharap kelompok masyarakat terus mengembangkan inovasi pengelolaan sampah yang tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menghasilkan nilai tambah dan mendukung kegiatan ekonomi produktif.

Melalui inovasi SI-KOMPOS, pengelolaan sampah organik diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus mendukung penghijauan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bangka.

Editor: Haryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut