Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Buru Terduga Pelaku Penembakan Pria hingga Tewas di Bangka Selatan
Advertisement . Scroll to see content

Terduga Pelaku Penembakan Korban hingga Tewas Ditangkap, Polisi Duga Gunakan Senpi Rakitan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:14 WIB
  • author Firman
Terduga Pelaku Penembakan Korban hingga Tewas Ditangkap, Polisi Duga Gunakan Senpi Rakitan
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Agus Wijayanto, saat menggelar konferensi pers. Foto : Firman/ Lintasbabel.iNews.id

BANGKA SELATAN, Lintasbabel.iNews.id – Polisi menangkap Miser Andani alias MA (35), terduga pelaku penembakan yang menewaskan AK (42) di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Terduga pelaku ditangkap di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, saat diduga hendak melarikan diri ke Sumatera Selatan (Sumsel).

Penangkapan dilakukan tim gabungan Polda Kepulauan Bangka Belitung dan Polres Bangka Selatan pada Rabu (28/10) malam, sekitar pukul 21.45 WIB. Polisi juga mendapat bantuan informasi dari masyarakat sehingga terduga pelaku berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah kejadian.

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Agus Wijayanto, mengatakan MA kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Terduga pelaku ditangkap oleh tim gabungan Polda Bangka Belitung bersama Polres Bangka Selatan. Serta berkat bantuan dari masyarakat sehingga pelaku ditangkap tidak sampai 24 jam," kata Agus kepada wartawan di Rumah Sakit Bhayangkara, Kamis (29/10/2026).

Dia menegaskan, penyidik akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Polisi juga masih mendalami sejumlah fakta untuk mengungkap secara jelas kronologi dan motif penembakan.

Terkait senjata api yang digunakan dalam penembakan tersebut, Agus mengatakan polisi belum dapat memastikan jenisnya karena barang bukti senjata api belum ditemukan. Berdasarkan keterangan sementara, MA mengaku telah membuang senjata tersebut.

Meski demikian, hasil pemeriksaan proyektil dan autopsi korban mengarah pada dugaan penggunaan senjata api jenis revolver.

"Untuk senjata api yang digunakan, tadi kita baru lihat proyektil. Dari hasil autopsi dilihat itu senjata jenis revolver, dan dimungkinkan diduga adalah rakitan, revolver rakitan," ujarnya.

Polisi masih berupaya mencari keberadaan senjata api yang diduga digunakan pelaku untuk mengungkap lebih jauh kasus penembakan tersebut.

Selain mendalami penggunaan senjata api, polisi juga memeriksa kondisi MA setelah penangkapan. Hasil tes urine menunjukkan terduga pelaku positif mengandung narkoba.

"Usai ditangkap langsung dilakukan tes urine dan hasilnya ditemukan kandungan narkoba. Dan saat ini motifnya masih terus kami dalami karena keterangan tersangka masih berubah-ubah," ungkap Agus.

Kapolda menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan sementara, korban dan terduga pelaku sempat berbincang di lokasi kontrakan sebelum penembakan terjadi. Keduanya bahkan disebut sempat bercanda sebelum situasi berubah menjadi insiden berdarah.

"Keterangan sementara ini mereka datang ke situ, sempat bercanda dan mengobrol, lalu tiba-tiba terjadi penembakan. Ada tiga orang saksi yang saat ini sudah kita periksa," katanya.

Polisi masih memeriksa para saksi untuk mengetahui secara pasti apa yang terjadi sebelum korban ditembak. Motif di balik peristiwa tersebut juga masih menjadi bagian dari penyelidikan.

Sebelumnya, AK (42), warga Kabupaten Bangka, tewas ditembak di sebuah rumah kontrakan di Jalan Payak Ubi, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (28/10).

Usai kejadian, korban sempat dilarikan ke Klinik Bakti Timah Toboali untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Hingga kini, polisi masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap motif penembakan, menemukan senjata api yang digunakan, serta memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Editor: Haryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut