Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 600 Kicau Mania Serbu Mas Pur Cup 1 di Pangkalpinang
Advertisement . Scroll to see content

UMKM Bangka Belitung Unjuk Produk Unggulan di KKI 2026, Siap Tembus Pasar Global

Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:38 WIB
  • author Haryanto
UMKM Bangka Belitung Unjuk Produk Unggulan di KKI 2026, Siap Tembus Pasar Global
UMKM asal Bangka Belitung turut meramaikan pagelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) di Jakarta. (Foto : Istimewa).

JAKARTA, Lintasbabel.iNews.id — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Bangka Belitung turut meramaikan pagelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) di Jakarta. Beragam produk unggulan daerah ditampilkan, mulai dari olahan hasil laut dan pangan khas, wastra, kriya, fashion, hingga potensi desa wisata.

KKI 2026 berlangsung pada 20-23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Gelaran tersebut mengusung semangat “BeudayaMeusareSare” yang bermakna berdaya dan bersama-sama.

Kehadiran UMKM Bangka Belitung menjadi momentum untuk memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas. Selain promosi, ajang ini juga membuka peluang pertemuan pelaku usaha dengan calon pembeli serta memperkuat daya saing UMKM daerah di pasar nasional dan global.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy menyampaikan, partisipasi Bangka Belitung diwujudkan melalui kehadiran satu desa wisata terpilih dan 13 produk UMKM secara luring. Selain itu, sebanyak 38 UMKM Babel turut menjangkau konsumen melalui kanal daring resmi KKI.

"Produk UMKM yang ditampilkan telah melewati proses kurasi untuk memastikan kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan pasar," kata Rommy, dikutip Kamis (27/8/2026). 

Dia menjelaskan untuk kategori wastra dan ready-to-wear, sejumlah UMKM yang terpilih antara lain Seamilir by Sepiak Belitung, Bepulin Belitong, Batik Kampung Katak, Galeri Destiani, Ishadi Kain Cual, dan Tanahwari. Sebelumnya, produk-produk tersebut telah mengikuti kurasi KKI sekaligus program CITRA NUSA pada Juni 2026.

"Untuk produk makanan dan minuman yang turut ditampilkan di antaranya **Billiton Spice, Sago Mee, Madu RR1669 & Arisi, Keripik Cumi Nina, Terasi AB (Abun Bumbu), dan Getas Super Cap Tani," ujarnya. **

Proses kurasi, kata dia dilakukan baik secara luring maupun daring. Langkah tersebut tidak hanya untuk menjaga kualitas dan cita rasa produk, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk diperkenalkan kepada buyer mancanegara melalui rangkaian business matching ekspor.

Tak hanya pangan dan sandang, kreativitas UMKM Bangka Belitung juga ditunjukkan melalui produk kerajinan lidi nipah dari Deshanda Craft yang hadir di area home decor.

"Produk-produk khas Babel tersebut tersebar di sejumlah area KKI 2026, seperti Island Laras Nusantara untuk produk ready-to-wear, Island Wastra Nusantara untuk kain premium, Youth Island untuk produk pakaian dengan segmentasi generasi muda, serta Island Rumah Nusantara untuk produk home decor," tuturnya

Menurut Rommy, potensi Bangka Belitung di KKI 2026 tidak hanya ditampilkan melalui produk UMKM. Pesona pariwisata daerah juga hadir melalui Desa Wisata Tanjung Binga, Belitung, yang menjadi salah satu dari enam desa binaan KPwDN terpilih.

"Desa wisata tersebut membawa nuansa pesisir ke tengah gelaran KKI melalui berbagai kreasi berbahan kerang. Pengunjung bahkan dapat mencoba merangkai sendiri gelang berbahan kerang sekaligus mengenal kreativitas masyarakat pesisir Tanjung Binga," ucapnya. 

Rommy mengatakan, UMKM merupakan kekuatan ekonomi yang memberikan kontribusi penting terhadap ketahanan ekonomi Bangka Belitung.

"UMKM juga berkontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sekaligus menjadi motor penggerak perekonomian daerah. Di sisi lain, sektor ini membantu menekan tingkat pengangguran melalui penyerapan tenaga kerja lokal," katanya. 

Karena itu, kata dia penguatan UMKM perlu dilakukan melalui tiga strategi utama, yakni ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing; pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan; serta literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan yang semakin luas.

Rommy menegaskan BI terus berkomitmen mendorong UMKM agar naik kelas sehingga produknya dapat diterima secara luas di pasar. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi dan kolaborasi bersama berbagai mitra strategis di daerah.

“Bersama, kita dukung UMKM Indonesia untuk terus bangkit, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan bangsa,” ucapnya. 

Sementara itu, KKI 2026 mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”. BI menyelenggarakan kegiatan ini dengan menggandeng 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis.

Ajang tersebut menjadi wadah sinergi lintas sektor untuk memperkuat daya saing, akses pembiayaan, digitalisasi, serta perluasan akses pasar UMKM.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan penguatan UMKM ke depan bertumpu pada tiga kata kunci, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing.

Menurutnya, bangkit merupakan semangat pemulihan bagi UMKM yang menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Sementara berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor.

Selama empat hari pelaksanaan, pameran KKI 2026 di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM. Sementara pameran secara daring melalui platform digital KKI melibatkan lebih dari 1.300 UMKM.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

Editor: Haryanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut