get app
inews
Aa Text
Read Next : Dihantam Ombak Besar, Kapal Nelayan Tenggelam di Pulau Semujur, 2 ABK Diselamatkan Nelayan Bagan

2 Mayat yang Ditemukan di Perairan Jebu Laut, Dipulangkan ke Jambi

Rabu, 23 Maret 2022 | 22:06 WIB
header img
Pemulangan jenazah menuju Jambi. (Foto: lintasbabel.id/Rizki Ramadhani)

BANGKA BARAT, lintasbabel.id - Identitas dari dua mayat yang ditemukan mengapung di perairan Jebu Laut, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, pada Senin (21/3/2022) lalu, kini akhirnya terungkap. 

Dua mayat tersebut, masing-masing diketahui bernama Haidir (52) dan Bachtiar (45). Keduanya dilaporkan hilang di perairan Berhala, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. 

Bachtiar merupakan seorang nakhoda, sementara Haidir berstatus sebagai ABK Kapal KM Sumber Daya. Kapal bermuatan kelapa tersebut bertujuan ke daerah Batam, Kepulauan Riau, kemudian dinyatakan hilang pada Kamis (10/03/2022) lalu. 

Dalam insiden nahas tersebut, satu orang berhasil selamat, sedangkan Bachtiar dan Haidir ditemukan meninggal dunia di Perairan Jebu Laut. 

"Sebelumnya Polairud sudah melakukan penyidikan, dan juga melakukan koordinasi dengan Polairud Jambi, diduga mereka ini penumpang kecelakaan kapal bermuatan kelapa. Untuk kedua jenazahnya sempat dibawa ke RSUD Sejiran Setason. Kini sudah dijemput Polairud Jambi, untuk dikembalikan ke keluarganya untuk dimakamkan, " ungkap Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto, Rabu (23/3/2022). 

Sementara, Kasi Pelayanan dan Penunjang Medis RSUD Sejiran Setason, Dr Mariya Ulfah menyampaikan terkait kondisi kedua mayat. 

"Salah satu jenazah memang hilang kepalanya, belum dirinci karena masih menunggu laporannya. Kita tidak menentukan penyebab atau kenapanya, tapi bisa dilihat dari tanda-tanda potongannya seperti apa. Bisa jadi putus karena itukan sudah beberapa hari di laut, lalu kondisi di lautnya seperti apa kan gak tau, " kata Dr Mariya Ulfah. 

Sedangkan untuk mayat Bachtiar, saat ditemukan masih dalam kondisi badan yang utuh, namun terdapat sejumlah bagian tubuh yang terkena dampak normal dari korban tenggelam pada umumnya. 

"Satunya lagi kepalanya masih ada, cuma kondisinya sudah gak keliatan lagi. Sudah kelihatan tulang tengkorak, lalu juga rahang bawahnya sudah tidak ada. Tandanya memang tanda-tanda orang tenggelam, tidak ada tanda yang spesifik cuman ada tato di punggung kiri dan kanan, " tuturnya. 

Selain itu, untuk kondisi dimana saat ditemukan kedua jenazah mengambang, dr Mariya Ulfah mengungkapkan hal tersebut dikarenakan tak ada lagi udara di paru-paru keduanya. 

"Tergantung udara di paru-paru habis pasti dia akan mengambang, lagi pula kalau tenggelam kalau dia sudah kehilangan nafas biasanya dia akan mengambang, " ujarnya. 

 

Editor : Muri Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut