Saninten, Rambutan Hutan yang Semakin Langka

PANGKALPINANG, lintasbabel.id - Musim buah seperti beberapa minggu belakangan, membuat sebagian dari kita semakin dimanjakan dengan sajian kuliner alam. Durian dan rambutan, saat ini sudah banyak berbuah. Khusus untuk Rambutan, mulai dari anak kecil sampai orang dewasa sangat menyukainya, karena rasanya yang manis sedikit asam dan gurih. Namun, ada pula rambutan yang langka dan unik. Buah ini dijuluki rambutan hutan bernama Saninten.
Saninten atau rambutan hutan termasuk dalam buah langka yang komoditinya sulit sekali didapatkan. Persebaran yang tidak begitu banyak dengan karakter lingkungan hidup yang sulit membuat 'wild fruits' ini semakin susah ditemukan.
Pemerintah Indonesia memberikan undang-undang khusus untuk Saninten. Ya, buah asli Indonesia yang hanya ditemukan di Jawa dan Sumatera itu dilindungi negara pemanfaatannya.
Hal ini diterangkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 92 Tahun 2018.
"Regulasi tersebut menyertakan Saninten sebagai salah satu jenis tumbuhan yang kini dilindungi. Jadi, statusnya Saninten sekarang dilindungi baik di dalam dan di luar kawasan hutan," tulis laman resmi KLHK, dikutip Kamis (5/8/2021).
Karena statusnya dilindungi, apakah Saninten tetap boleh diambil dan dimakan oleh manusia?
Perihal itu, KLHK memberi tanggapan sebagai berikut:
"Menurut Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 35 Tahun 2007, Saninten termasuk salah satu jenis komoditas hasil hutan bukan kayu yang diperkenankan untuk pemanfaatannya," tulis laporan KLHK.
Artinya, sekalipun langka tapi masyarakat masih bisa menikmati buah yang dikenal juga sebagai rambutan hutan tersebut.
Namun, ada catatan penting yang diterangkan KLHK di laman yang sama. "Dalam teknis pelaksanaannya, perlu dikonsultasikan dengan pihak berwenang yakni Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Balai Taman Nasional, Dinas Kehutanan, dan instansi terkait lainnya," begitu terang KLHK.
"Konsultasi tersebut bertujuan agar kita mendapatkan arahan mekanisme yang benar sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," tambah laporan tersebut.
Rasanya Manis Gurih
Perlu diketahui, Saninten memiliki daun tunggal berseling, berbentuk lancip memanjang (lanset). Permukaannya berlilin dan bagian bawahnya berwarna abu-abu keperakan ditutupi bulu-bulu menyerupai bintang atau sisik yang lebat.
Buahnya berduri tajam mirip rambutan, bedanya kalau buah rambutan ketika diremas terasa lembut. Tapi kalau buah saninten durinya langsung menusuk telapak tangan.
Karena daun dan buahnya mirip rambutan, maka masyarakat setempat menjulukinya “Rambutan Hutan”. Dalam bahasa Inggris buah itu disebut juga “sweet chesnut”. Lantaran wanginya harum, rasanya manis gurih dan empuk. Sangat khas sekali rasanya.
Biji Saninten biasanya direbus atau dibakar hingga lunak durinya. Bisa juga cangkang bijinya dipecahkan, lalu diambil bagian dalamnya untuk disangrai. Sedikit diberi garam dan mentega serta bernilai ekonomis tinggi juga.
Editor : Muri Setiawan