get app
inews
Aa Read Next : Harga Bawang Mahal, Tapi Cabai Turun

3 Kabupaten di Bangka Belitung Panen Cabai, BI: Perkiraan Mencapai 24 Ton

Jum'at, 01 Desember 2023 | 18:33 WIB
header img
KPw BI Babel mencatat beberapa kabupaten di Babel akan melakukan panen cabai yang telah berlangsung dari Oktober 2023 dan diperkirakan hingga Januari 2024. Foto: Istimewa.

PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.id – Pasokan aneka cabai diperkirakan akan meningkat menyusul panen dari beberapa kabupaten yang telah berlangsung dari Oktober 2023 dan diperkirakan hingga Januari 2024. Secara total, hasil panen diperkirakan mencapai 24 ton dan diharapkan dapat membantu menekan tendensi kenaikan harga cabai belakangan ini.

Dikatakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (KPw BI Babel) Faturachman, dari pemantauan yang dilakukan oleh pihaknya, setidaknya terdapat kelompok tani di 3 kabupaten yang telah memulai panen, yakni Kelompok Tani (Poktan) Pelita Bangka, Gabungan Kelompok Petani Belitung Timur; dan Kelompok Tani Dukong Jaya Mandiri Belitung.

Luas panen cabai bulan Oktober – November 2023 mencapai 2,3 hektare (ha) yang menghasilkan total 24 ton cabai dengan produktivitas rata-rata 11 ton/ha.

“Hasil panen cabai merah tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat pasokan cabai merah lokal sehingga stabilitas harga cabai merah kembali terjaga di Babel,” katanya, Kamis (30/11/2023).

Panen cabai diperkirakan akan berlangsung hingga Januari 2024. Pondok Pesantren At-Toybah di Kabupaten Bangka, yang juga menjadi mitra KPw BI Babel sejak 2022, akan memasuki periode panen di  lahan panen seluas 0,6 ha dengan potensi produksi 7 ton cabai merah.

Tendensi kenaikan harga aneka cabai terjadi sejak Agustus 2023, yang disebabkan berkurangnya hasil panen di daerah sentra akibat musim kemarau yang berkepanjangan, sejalan dengan fenomena El-Nino. Kenaikan harga cabai juga terjadi secara nasional. Per 30 November 2023, rata-rata harga cabai di Bangka Belitung tercatat sebesar Rp93.750/kg, sedangkan di nasional tercatat sebesar Rp70.600/kg.

“KPw BI Bangka Belitung akan terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah mendorong produksi pangan local untuk menurunkan ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. Aneka pangan yang terus didorong dari sumber lokal antara lain komoditas cabai merah, cabai rawit, bawang merah, kangkung sayur mayur, padi, dan ikan budidaya,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, untuk memperkuat sinergi dan inovasi program pengendalian inflasi, khususnya komoditas cabai, Bank Indonesia juga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan dalam program implementasi best practice pengembangan klaster ketahanan pangan, gerakan budidaya pangan mandiri, pemanfaatan pupuk organik dan penguatan kapasitas petani melalui capacity building.

 

Editor : Muri Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut