Pertama di Bangka Belitung, Bangka Tengah Terima Penghargaan Bebas Frambusia

Rachmat Kurniawan
Bateng raih penghargaan Frambusia Kemenkes RI. (Foto: istimewa)

Menambahkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, drg. Anas Ma’ruf menyebutkan mulai dari tahun 2017, Kabupaten Bangka Tengah tidak ada laporan atau kasus Frambusia yang terjadi. 

“Alhamdulillah, dari tahun 2017, di Bangka Tengah sendiri tidak pernah ditemukan kasus Frambusia. Ini juga menunjukkan bahwa pencegahan dan penanganan yang dilakukan sudah intens dan tepat dilakukan,” ungkap Anas. 

Ia menambahkan bahwa pelaporan terkait Frambusia ini dilakukan secara rutin setiap bulannya kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 


Bateng raih penghargaan Frambusia Kemenkes RI. (Foto: istimewa)

“Tahun 2018 pelaporan dilakukan secara tertulis, lalu pada tahun 2019 dimulai secara online dari petugas Puskesmas serta dipantau oleh Dinas Kesehatan Kabupaten, Provinsi dan Kementerian Kesehatan,” jelasnya. 

Frambusia sendiri adalah jenis penyakit menular yang menjangkiti kulit, tulang, tulang rawan dan sendi akibat infeksi bakteri Treponema pallidum pertenue. Sebutan lainnya adalah patek, yang, atau puru. Penyakit ini berawal dengan pembengkakan keras dan bundar pada kulit dengan diameter 2 sampai 5 cm. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi ini bisa menyebabkan cacat.

Editor : Muri Setiawan

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network