Pawai Kemerdekaan Pangkalpinang: Dari Kemeriahan Menuju Warisan

Sukma Wijaya
Sukma Wijaya-Perawat Budaya & Praktisi Kehumasan (Unmuh Babel). Foto : ist

Mesin Ekonomi Rakyat

Di balik kemeriahan itu, denyut ekonomi rakyat terasa nyata. Sepanjang jalur pawai, ratusan pelaku UMKM bergerak — mulai dari pedagang makanan dan minuman, kerajinan, penjahit kostum, perias, fotografer, hingga jasa transportasi. Perputaran uang diperkirakan mencapai miliaran rupiah dalam tiga hari penyelenggaraan, dengan lonjakan omzet yang dirasakan langsung oleh para pelaku usaha kecil.

Ini adalah wajah kemerdekaan yang paling konkret: kemerdekaan yang terasa di kantong rakyat.

Jangan berhenti pada konsep "UMKM ikut berjualan". Pemprov dan Pemkot perlu membangun Kawasan Ekonomi Pawai yang terkurasi: pembayaran digital, katalog produk, paket wisata, dan promosi kolaboratif. Agar transaksi satu hari menjadi pintu masuk pasar yang lebih panjang.

Catatan untuk Naik Kelas

Sebagai juri, saya sangat mengapresiasi kerja panitia, aparat, dan tenaga kesehatan yang bekerja dalam cuaca panas. Namun karena skalanya sudah sebesar ini, standarnya harus naik kelas.

Pertama, manajemen ruang publik yang presisi: jalur evakuasi, air minum, toilet, tempat sampah, akses disabilitas, dan pos kesehatan.

Kedua, isu sampah harus menjadi indikator penilaian. Kota Pangkal Kemenangan harus menang juga melawan sampah.

Ketiga, penilaian berbasis substansi: kreativitas, pesan pembangunan, akar budaya, keberlanjutan, dan relevansi tema harus memiliki bobot yang jelas.

Keempat, evaluasi yang serius. Pawai ini sudah layak diperlakukan sebagai event budaya dan ekonomi strategis daerah, dengan data dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang terukur.

Pada akhirnya pertanyaan kita harus bergeser. Bukan lagi "Siapa yang paling bagus?", melainkan "Apa yang menjadi lebih baik setelah pawai ini?"

Jika anak pulang bangga menjadi Indonesia, budaya dikenal, UMKM tumbuh, program pembangunan dipahami warga, dan Pangkalpinang semakin teguh sebagai Kota Pangkal Kemenangan — maka kita tidak hanya membuat pawai. Kita sedang menulis cara baru merayakan kemerdekaan.

Editor : Haryanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network