Rusia adalah salah satu dari sedikit negara yang tetap membuka aktivitas kedubes di Kabul setelah Taliban mengambil alih pemerintahan Afghanistan tahun lalu.
Rusia sejauh ini belum secara resmi mengakui pemerintahan Taliban, namun telah membuka pembicaraan dengan para pejabat mengenai kesepakatan memasok bahan bakar minyak (BBM) serta komoditas lainnya.
Editor : Muri Setiawan
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Artikel Terkait
BERITA POPULER
+
News Update
