Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Karhutla Hantam Bangka Barat, BPBD Wanti-Wanti Kelalaian Warga
Advertisement . Scroll to see content

Tangkapan Teri Nelayan Air Nyatoh Anjlok 80 Persen, Tambang DAS Kampak Diduga Jadi Penyebab

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:27 WIB
  • author Oma Kisma
Tangkapan Teri Nelayan Air Nyatoh Anjlok 80 Persen, Tambang DAS Kampak Diduga Jadi Penyebab
Nelayan Desa Air Nyatoh saat menyampaikan keluhan ke Bupati Bangka Barat, Markus. Foto : ist

BANGKA BARAT, Lintasbabel.iNews.id -- Keluhkan hasil tangkapan anjlok dan air laut keruh lebih dari sebulan, perwakilan nelayan Desa Air Nyatoh, Kecamatan Simpang Teritip, mendatangi Bupati Bangka Barat, Markus, untuk meminta solusi atas dampak yang mereka duga berasal dari aktivitas pertambangan di aliran DAS Kampak, Kecamatan Jebus.

Perwakilan nelayan, Baba, mengatakan hasil tangkapan ikan teri di bagan yang sebelumnya rata-rata mencapai 50 kilogram, kini merosot menjadi sekitar 10 kilogram per malam, bahkan terkadang kurang.

"Kami sudah merasakan dampaknya. Air sangat keruh saat pergantian pasang dan surut, sehingga penghasilan kami jauh berkurang," ujarnya, Jumat (16/10/2026) saat menemui Bupati.

Kondisi tersebut membuat nelayan terhimpit biaya operasional. Dengan harga jual ikan teri basah sekitar Rp10 ribu per kilogram, hasil penjualan saat ini hanya sekitar Rp100 ribu per malam. Sementara itu, biaya operasional bagan mencapai Rp200 ribu.

Akibatnya, nelayan mengaku kerap merugi dan kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga. Nelayan kepiting juga mengeluhkan jaring mereka dipenuhi lumpur.

Baba berharap Bupati dan aparat penegak hukum segera mengambil tindakan terhadap aktivitas pertambangan yang diduga berdampak pada perairan tempat mereka mencari nafkah.

Ia menyebut keresahan mulai muncul di kalangan nelayan. Namun, warga berupaya menahan diri dan memilih meminta penyelesaian melalui pemerintah agar persoalan tersebut tidak memicu konflik.

"Kita mencari solusi bagaimana supaya hal itu bisa dihentikan atau bagaimana sehubungan dengan aktivitas itu sudah memberikan dampak kepada kita selaku nelayan kecil ini," ucapnya.

Menanggapi keluhan itu, Bupati Bangka Barat, Markus menyatakan persoalan tersebut akan dijadwalkan untuk dibahas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Perwakilan nelayan akan diundang untuk mencari solusi bersama.

"Sebagian besar masyarakat Desa Air Nyatoh, sekitar 80 persen berprofesi sebagai nelayan, dan mereka mengeluhkan penurunan hasil tangkapan ikan yang diduga akibat dampak penambangan," ucapnya.

Nelayan berharap pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ruang dialog, tetapi menghasilkan langkah nyata untuk menindaklanjuti keluhan mereka dan memulihkan kondisi perairan.

 

Editor: Haryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut