Yogyakarta Jadi Wilayah Terlama Tak Diguyur Hujan di RI
JAKARTA, Lintas Babel.iNews.id – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi wilayah dengan periode hari tanpa hujan (HTH) terpanjang di Indonesia. Berdasarkan pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga 10 Oktober 2026, catatan hari tanpa hujan di wilayah tersebut mencapai 161 hari.
Kondisi ini menjadi perhatian di tengah masih dominannya musim kemarau di sebagian besar zona musim di Indonesia. BMKG mencatat, sebanyak 25 provinsi mengalami hari tanpa hujan dengan kategori ekstrem panjang.
Hingga Rabu (14/10/2026), posisi kedua ditempati Jawa Tengah dengan 160 hari tanpa hujan, disusul Jawa Timur yang mencapai 159 hari.
BMKG sebelumnya menyampaikan bahwa sebagian besar zona musim di Indonesia masih berada dalam periode kemarau. Melalui akun Instagram resminya pada Selasa (13/10/2026), BMKG menyebut sejumlah wilayah bahkan tidak mengalami hujan selama lebih dari satu bulan.
“Zona Musim di Indonesia dominan mengalami musim kemarau. Namun demikian, banyak provinsi yang mengalami tidak hujan selama lebih dari 1 bulan,” tulis BMKG.
Selain Yogyakarta, sejumlah wilayah lain juga mencatat periode panjang tanpa hujan. Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami 148 hari, Nusa Tenggara Barat (NTB) 145 hari, dan Bali 143 hari.
Jawa Barat mencatat 140 hari tanpa hujan, sedangkan Banten mencapai 137 hari. Di luar Pulau Jawa, Sulawesi Selatan mengalami 132 hari, Maluku 124 hari, dan Kepulauan Bangka Belitung 123 hari.
Berikut daftar wilayah berdasarkan pemutakhiran data BMKG hingga 10 Oktober 2026:
Di tengah kondisi hari tanpa hujan yang panjang, BMKG juga mencatat sejumlah wilayah mulai memasuki musim hujan. Wilayah tersebut meliputi sebagian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, dan Kalimantan Timur.
Perlu dipahami, data hari tanpa hujan merupakan hasil pemantauan pada wilayah pengamatan tertentu. Angka 161 hari di DIY tidak serta-merta berarti seluruh wilayah Yogyakarta sama sekali tidak mengalami hujan selama periode tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang mengalami kekeringan untuk menghemat penggunaan air dan tetap waspada terhadap dampak musim kemarau.
Sementara itu, masyarakat di daerah yang mulai sering diguyur hujan diimbau menjaga kebersihan saluran air agar aliran tetap lancar dan risiko genangan dapat dikurangi.
Editor: Muri Setiawan