Karhutla di Bangka Selatan Merembet ke Permukiman, 305 Rumah dan 50 Gedung Walet Hangus
BANGKA SELATAN, Lintasbabel.iNews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merembet hingga ke permukiman warga di Desa Serdang, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 305 rumah warga dan 50 gedung walet hangus terbakar.
Kebakaran hebat ini terjadi sejak Sabtu (10/10/2026) sore. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Namun, berdasarkan keterangan warga, api diduga berasal dari lahan yang terbakar di dekat permukiman penduduk.
Cuaca panas, kondisi lahan yang kering, serta tiupan angin kencang membuat api dengan cepat merambat ke rumah-rumah warga. Sebagian besar bangunan yang terbakar diketahui berdinding papan sehingga api mudah melahap permukiman.
Puluhan unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan untuk memadamkan api. Petugas gabungan berjibaku hingga Minggu siang untuk mengendalikan kebakaran yang meluas tersebut.
"Petugas masih menghitung total yang terdampak ke bakaran ini. Namun fokus kita saat ini bagaimana semua penghuni rumah selamat dan tidak terjadi hal yang diinginkan," kata Gubernur Babel, Hidayat Arsani, di sela-sela kunjungannya ke lokasi kebakaran, Minggu (11/10/2026).
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kebakaran mengakibatkan ratusan rumah dan puluhan gedung walet mengalami kerusakan berat hingga hangus terbakar.
"Dampak kebakaran juga memaksa 1.152 warga meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri. Untuk memenuhi kebutuhan para korban, kami dari pemerintah provinsi maupun kabupaten dan pihak terkait lainnya telah mendirikan dapur umum dan posko pengungsian," ujar Hidayat.
Meski api telah berhasil dipadamkan, Hidayat menekankan petugas untuk bersiaga di lokasi kebakaran.
"Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, mengingat cuaca panas dan angin kencang masih melanda kawasan ini," ucapnya.
Editor: Haryanto