Kurangi Ketergantungan Ekspor Timah, BI Dorong UMKM Bangka Belitung Tembus Pasar Global
Kultiva Co. menjadi salah satu contoh pengembangan produk pangan olahan berbasis bahan baku lokal yang telah berhasil menjangkau pasar ekspor.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan UMKM menembus pasar global membutuhkan kombinasi inovasi produk, standardisasi, konsistensi mutu, desain kemasan, serta kemampuan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar tujuan.
Sementara itu, Minang Kakao memberikan pembelajaran mengenai peningkatan nilai tambah komoditas melalui pendekatan farm-to-bar. Model ini mencakup proses pengolahan biji kakao hingga menjadi produk cokelat bernilai tambah.
Pendekatan tersebut memperlihatkan pentingnya penguatan rantai nilai, diferensiasi produk, dan identitas lokal untuk meningkatkan daya saing komoditas di pasar yang lebih luas.
Melalui kombinasi pembelajaran di kelas dan praktik langsung, BI berharap semakin banyak UMKM Bangka Belitung yang tidak hanya memiliki produk potensial ekspor, tetapi juga mempunyai kesiapan bisnis dan strategi ekspansi yang jelas.
Penguatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kontribusi produk non-timah terhadap perekonomian Bangka Belitung sekaligus membuka peluang bagi UMKM daerah untuk masuk ke dalam rantai nilai nasional dan global.
Ke depan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan mitra strategis akan terus memperkuat pengembangan UMKM berorientasi ekspor melalui peningkatan kualitas dan nilai tambah produk, penguatan legalitas dan standardisasi, perluasan akses pasar, serta pengembangan jejaring bisnis.
Langkah tersebut diharapkan mendorong semakin banyak UMKM Bangka Belitung naik kelas, berdaya saing, dan mampu menembus pasar global.
Editor: Haryanto