Antrean Panjang Pertalite Tak Kunjung Usai, Bupati Bangka Barat Bakal Evaluasi SPBU
BANGKA BARAT, Lintasbabel.iNews.id -- Bupati Kabupaten Bangka Barat, Markus merespons keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM subsidi jenis pertalite pada sejumlah SPBU di Kecamatan Mentok.
Markus berjanji segera mengumpulkan pihak terkait untuk mengatasi antrean dan keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM subsidi.
Menurut Markus, penyaluran BBM subsidi tersebut sebenarnya telah diatur oleh Pertamina, salah satunya dengan menggunakan barcode suapaya tepat sasaran.
"Kalau ada keluhan-keluhan seperti itu, tentunya nanti kami mencoba akan mengundang SPBU mana yang dikeluhkan masyarakat," katanya, Sabtu (11/7/2026).
Markus mengatakan, untuk mengatasi antrean tersebut pihaknya akan berkoordinasi juga dengan aparat penegak hukum (APH) untuk mencegah penyelewengan BBM subsidi.
"Nanti kan kami akan mengundang pihak SPBU, nanti kita akan mengundang juga pihak kepolisian, dan nanti kita akan mengundang juga yang terkait untuk membahas masalah itu nanti," ucapnya.
Diberikan sebelumnya, antrean panjang mulai terjadi pada sejumlah SPBU di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada Rabu (8/7/2026).
Antrean kendaraan roda empat terpantau hingga 500 meter di SPBU Kampung Jawa Mentok, dan antrean juga terjadi pada kendaraan roda dua.
Menurut salah satu warga, Nura (32) dirinya telah menunggu hampir satu jam dan belum mendapatkan BBM jenis Pertalite, karena padatnya antrean.
"Hampir satu jam, biasanya tidak seperti ini. Kebetulan lagi mau ke Pasar. Ini memakan waktu untuk aktivitas lainnya. Harapannya, ya diperbaiki lah sistemnya biar tidak terlalu panjang antre," katanya.
Warga lain, Ati menyampaikan antrean juga terjadi di SPBU Pal 3, bahkan dirinya sempat melihat ada yang mengisi tanpa harus mengantre.
"Saya sempat mengisi ada yang mengisi tidak antre, pemerintah dan petugas harus tegas supaya tidak ada yang dirugikan," ujarnya.
Sementara itu, Pengelola SPBU Kampung Jawa Mentok, Karli, mengatakan antrean panjang dimulai sejak Senin lalu dan tidak mengetahui penyebab pastinya.
Dia mengakui sempat terjadi pengurangan suplay BBM jenis Pertalite, tapi saat ini sudah normal dan antrean tetap masih mengular.
"Kurang tahu (penyebab antrean), pasokan biasa normal. Cuman hari kemarin lah yang ada pengurangan 8 kiloliter. Sekarang biasa kami dikirim 24 kiloliter," katanya.
Karli menyampaikan belum tahu cara mengatasi antrean ini, dengan menambah pasokan BBM juga bukan solusi yang tepat untuk dilakukan.
"Kalau suplai ditambahkan percuma juga, karena antrean ini pastinya rame juga. Otomatis kita jam kerja bertambah, otomatis macet pun bertambah," ujarnya.
Editor : Haryanto