Mahasiswa UBB Bangun Pojok Literasi dan Tanam Mangrove di Pulau Lepar
BANGKA SELATAN, Lintasbabel.iNews.id – Sebanyak 90 mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) melaksanakan program Bina Desa di Desa Tanjung Sangkar, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan, pada 18–27 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari pembangunan pojok literasi, edukasi kesehatan hingga penanaman mangrove.
Penanggung Jawab Bina Desa Tanjung Sangkar, Irfan Ariansyah, mengatakan program tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa yang secara rutin dilaksanakan untuk membantu masyarakat.
“Bina Desa ini merupakan kegiatan pengabdian mahasiswa yang sudah rutin dilaksanakan. Kami ingin menghadirkan program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan,” ujar Irfan, Selasa (23/6/2026).
Menurut dia, hasil diskusi dengan pemerintah desa menunjukkan masih terbatasnya akses masyarakat terhadap literasi dan edukasi kesehatan. Karena itu, mahasiswa menginisiasi pembangunan pojok literasi sebagai sarana belajar bagi warga.
“Kami juga membangun pojok literasi sebagai sarana membaca dan belajar masyarakat. Harapannya dapat meningkatkan minat baca serta memberikan ruang edukasi bagi anak-anak dan warga desa,” katanya.
Selain membangun pojok literasi, mahasiswa juga menggelar penyuluhan kesehatan dan edukasi pencegahan berbagai persoalan sosial, seperti penyalahgunaan narkoba dan rendahnya kesadaran pendidikan.
Program Bina Desa tahun ini mendapat dukungan dari PT Timah Tbk. Dukungan tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan penanaman mangrove dan pengembangan tanaman obat keluarga (toga) guna mendukung ketahanan pangan serta membantu upaya pencegahan stunting di wilayah pesisir.
Irfan menilai kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah desa, dan PT Timah menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.
“Ini tahun kedua kami melaksanakan kegiatan Bina Desa. Kami melihat masyarakat sangat terbuka dan mendukung kegiatan mahasiswa. Harapannya sinergi ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.
Dia berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Timah, dapat terus diperkuat agar program pemberdayaan masyarakat berbasis desa memberikan manfaat yang lebih luas.
“Harapan kami, PT Timah dan berbagai pihak lainnya terus berkolaborasi dalam kegiatan seperti ini. Karena dampaknya sangat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucapnya.
Editor : Haryanto