PT Timah Ajari Siswa SD di Mentok Ubah Sampah Plastik Jadi Ecobrick, Tekan Pencemaran Sejak Dini
BANGKA BARAT, Lintasbabel.iNews.id – Upaya mengurangi pencemaran sampah plastik mulai digencarkan dari lingkungan sekolah. PT Timah Tbk melalui Divisi Processing and Refinery memberikan pelatihan pengelolaan sampah plastik kepada siswa, guru dan staf SD Negeri 22 Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Barat ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini sekaligus mengajarkan cara mengolah sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai manfaat, salah satunya ecobrick.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang pentingnya memilah sampah, tetapi juga praktik memanfaatkan limbah plastik agar tidak berakhir sebagai pencemar lingkungan.
Department Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, mengatakan program ini merupakan pengembangan dari berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang telah dijalankan perusahaan sebelumnya.
Menurut dia, sepanjang 2025 PT Timah telah menjalankan sejumlah program seperti pembentukan bank sampah, pembangunan ecobrick hingga pengurangan penggunaan kertas melalui sistem cetak bolak-balik.
"Tahun ini program tersebut kami kembangkan melalui edukasi dan pelatihan kepada siswa dan guru agar praktik pengelolaan sampah dapat diterapkan lebih luas di lingkungan sekolah," ujar Anggi.
Ia menilai sekolah memiliki peran penting dalam membentuk budaya peduli lingkungan. Karena itu, para pelajar perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab.
"Harapannya setelah mengikuti pelatihan ini, sekolah dapat mengelola sampah plastik yang dihasilkan menjadi ecobrick sehingga sampah tidak hanya dibuang, tetapi juga bisa dimanfaatkan kembali," katanya.
Selain menjadi bagian dari edukasi lingkungan, program tersebut juga mendukung implementasi pengelolaan lingkungan perusahaan. Pengelolaan sampah merupakan salah satu aspek yang menjadi indikator penilaian dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER).
Sementara itu, Kepala SD Negeri 22 Mentok, Mulyo Suwarwoto, menyambut baik pelatihan yang diberikan PT Timah. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan Program Adiwiyata yang tengah dijalankan sekolah.
"Edukasi tentang pemanfaatan limbah, baik organik maupun nonorganik, sangat penting untuk membangun kesadaran dan karakter peduli lingkungan pada peserta didik sejak dini," ujarnya.
Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami bahaya sampah plastik bagi lingkungan, tetapi juga mampu mengubah limbah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai guna.
Editor : Haryanto