Hilal Masih Minus 2 Derajat, Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Jatuh Kamis 19 Februari 2026
Ia merinci, ketinggian hilal tercatat masih minus 2 derajat 24 menit 42 detik. Bahkan di wilayah paling barat Indonesia, yakni di ujung Aceh, posisi maksimal hilal masih berada di angka minus 0 derajat 58 menit 47 detik.
“Masih minus 2 derajat 24 menit 42 detik. Maksimum di ujung Aceh itu pun masih minus 0 derajat 58 menit 47 detik. Berarti belum wujud hilal,” tegasnya.
Nasaruddin menegaskan, Indonesia menggunakan kriteria visibilitas hilal yang telah disepakati negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Dalam kriteria tersebut, hilal dinyatakan memenuhi syarat apabila memiliki ketinggian minimal 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam dan elongasi (jarak sudut bulan–matahari) minimal 6,4 derajat.
Editor : Muri Setiawan