get app
inews
Aa Text
Read Next : Kagama Babel Ajak Pelajar Jadi Pendonor Darah Pemula

GPIPS Jadi Strategi Baru Bank Indonesia Jaga Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:56 WIB
header img
Kegiatan GPIPS Wilayah Sumatera 2026 di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (11/2/2026). Foto : ist

PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.id - Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) menjadi strategi baru dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan guna mewujudkan ketahanan pangan nasional. 

Program ini diinisiasi sebagai respons atas semakin kompleksnya tantangan pengendalian inflasi pangan, mulai dari risiko perubahan iklim, cuaca ekstrem, hingga karakteristik komoditas pangan yang bersifat musiman.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ricky P. Gozali mengatakan, pendekatan GPIPS bersifat inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya berorientasi pada stabilisasi harga jangka pendek, tetapi juga memperkuat pasokan pangan secara struktural.

“Bank Indonesia berkomitmen mendukung penguatan ketahanan pangan dan stabilitas harga melalui pengembangan klaster pangan, peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, serta sinergi dengan pemerintah daerah,” ujar Ricky dalam kegiatan GPIPS Wilayah Sumatera 2026 di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (11/2/2026).

Ricky menjelaskan, pada 2025 inflasi nasional tercatat sebesar 2,92 persen (year-on-year/yoy), masih berada dalam kisaran sasaran inflasi 2,5±1 persen. Namun, memasuki Januari 2026 inflasi meningkat menjadi 3,55 persen (yoy), terutama dipicu oleh kelompok pangan bergejolak.

Kondisi tersebut menegaskan perlunya penguatan pengendalian inflasi pangan secara konsisten agar tetap berada pada kisaran 3,0–5,0 persen, sebagaimana amanat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP).

Untuk mewujudkan ketahanan dan stabilitas harga pangan nasional, BI menyiapkan tiga strategi utama. Pertama, peningkatan produksi pangan, khususnya hortikultura melalui pemanfaatan bibit unggul tahan cuaca, teknologi adaptif, serta pengaturan pola tanam yang terkoordinasi antarwilayah.

Kedua, kelancaran distribusi dan konektivitas antarwilayah melalui peningkatan efisiensi logistik dan optimalisasi Kerja Sama Antardaerah (KAD) bersama BUMN logistik.

Ketiga, penguatan sinergi pemerintah pusat dan daerah, termasuk pemanfaatan data neraca pangan serta penguatan peran BUMD dan perusahaan pangan daerah sebagai offtaker.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, kementerian/lembaga, pelaku usaha, hingga wakil rakyat menjadi kunci menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Ricky.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menekankan pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung ketahanan pangan. Melalui inovasi digital SiBenih dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), Pemprov Sumsel berhasil membangun ekosistem pangan yang kuat dan berdaya tahan.

Ia menyebut, Sumatera Selatan sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional dan produsen beras terbesar ketiga di Indonesia, telah meraih penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI atas dukungan terhadap swasembada pangan nasional 2025.

GPIPS sendiri merupakan penguatan dari program sebelumnya, yakni Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi (GNPIP). Program ini menghadirkan tiga pembaruan utama, meliputi penguatan sisi hulu untuk menjamin ketersediaan pasokan, pengendalian inflasi yang lebih komprehensif, serta penguatan sinergi pusat dan daerah untuk mendukung program prioritas pemerintah.

Kegiatan GPIPS Wilayah Sumatera 2026 juga dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi TPIP–TPID yang menghasilkan tiga kesepakatan strategis, yakni penguatan pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), antisipasi risiko cuaca ekstrem, serta percepatan pemulihan lahan pertanian terdampak bencana.

GPIPS Sumatera 2026 menjadi pembuka rangkaian GPIPS Nasional yang akan dilanjutkan di wilayah Jawa, Balinusra, Sulampua, dan Kalimantan. Kegiatan ini turut diisi dengan dialog bersama petani dan UMKM, penyerahan bantuan sarana pertanian, business matching, serta pelepasan truk komoditas KAD.

Ke depan, Bank Indonesia bersama pemerintah pusat dan daerah akan terus memperkuat sinergi untuk mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi melalui mitigasi risiko iklim serta peningkatan efisiensi logistik guna menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat.

Editor : Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut