Rusia Siap Hentikan Perang, Ini Syaratnya

KEMLIN, lintasbabel.id - Pengurangan kekuatan kualitatif militer Ukraina sebagai bagian dari denazifikasi, dipersyaratkan oleh Kremlin untuk memulai pembicaraan damai guna mengakhiri perang dengan negara tetangganya tersebut. Disamping itu Rusia juga menuntut Ukraina menyerah tanpa syarat sebelum menawarkan opsi negosiasi.
Perang antara Rusia dan Ukraina sudah berlangsung lebih dari 6 bulan. Konflik bersenjata terpanjang dan paling berdarah di Eropa sejak perang dunia ke-2 ini, membawa dampak ekonomi serta krisis pangan dan energi bagi banyak negara.
Upaya perdamaian yang digagas beberapa negara masih menemui jalan buntu, walaupun sudah dilangsungkan beberapa kali pembicaraan damai yang dimediasi oleh Turki.
Dilansir dari kantor berita Rusia, TASS, Kepala Komite Duma atau Majelis Rendah Rusia untuk urusan internasional, Leonid Slutsky menegaskan bahwa Rusia hanya akan menghentikan serangan dan kembali duduk dimeja perundingan, jika Ukraina terlebih dahulu menyerah tanpa syarat.
Penyerahan diri tersebut juga harus diikuti oleh kesediaan Ukraina untuk mengurangi kemampuan militernya sampai ambang batas yang dinilai tidak lagi memberikan ancaman bagi Republik Donetsk dan Luhanks yang ingin memisahkan diri dari Ukraina.
"Kami siap untuk mempertimbangkan proses negosiasi, jika pihak Ukraina siap untuk menyerah tanpa syarat, pengurangan kualitatif angkatan bersenjatanya, serta denazifikasi total, absolut dan tanpa syarat," kata Slutsky dalam sebuah video, yang diposting di saluran Telegram politisi yang juga merupakan ketua Partai Liberal Demokratik Rusia ini.
Editor : Haryanto