Peserta internasional yang ambil bagian berasal dari Swiss, Singapura, Prancis, Inggris, Filipina, Italia, Jerman, Vietnam, Hong Kong, Australia, Angola, Puerto Rico, Malaysia, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Nigeria, Korea Selatan, Selandia Baru, Rusia hingga Latvia.
Hidayat menilai, dampak event internasional ini tidak hanya dirasakan dari sisi promosi wisata, tetapi juga mendorong peningkatan okupansi hotel, kunjungan wisatawan, serta perputaran ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM.
“Kehadiran peserta mancanegara memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, perputaran ekonomi lokal, serta eksposur global destinasi pariwisata Belitung,” katanya.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, lanjut Hidayat, mengharapkan GFNY Belitung menjadi agenda tahunan unggulan. Sehingga langkah ini mampu memperkuat posisi Belitung sebagai destinasi sport tourism kelas dunia sekaligus mendorong transformasi ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan.
"Kami ingin menjadikan event internasional seperti GFNY sebagai motor penggerak transformasi ekonomi daerah menuju sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing,” ucapnya.
Selain menarik wisatawan, penyelenggaraan GFNY Belitung juga diyakini dapat membuka peluang investasi baru serta memperkuat branding Bangka Belitung sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia di mata dunia.
Editor : Haryanto
Artikel Terkait
