Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Cetak Sawah, Ubah Lahan Rawa Jadi Produktif
Advertisement . Scroll to see content

Kompos Inovasi Lapas Pangkalpinang Merambah Belitung, Warga Binaan Dilatih Olah Limbah FABA

Kamis, 16 Juli 2026 | 14:23 WIB
  • author Firman
Kompos Inovasi Lapas Pangkalpinang Merambah Belitung, Warga Binaan Dilatih Olah Limbah FABA
Kompos Lapas Pangkalpinang kembangkan sayap di Pulau Belitung. Foto : ist

TANJUNGPANDAN, Lintasbabel.iNews.id – Inovasi kompos berbahan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang dikembangkan Lapas Kelas IIA Pangkalpinang kini mulai diterapkan di Pulau Belitung. Program tersebut diwujudkan melalui pelatihan pembuatan kompos di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Kamis (16/7/2026), sebagai upaya memperluas pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung ekonomi sirkular dan ketahanan pangan.

Pelatihan ini diikuti 10 warga binaan Lapas Tanjungpandan, 10 klien pemasyarakatan dari Bapas Tanjungpandan, serta melibatkan kelompok tani dan sejumlah pemangku kepentingan di Kabupaten Belitung.

Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengatakan kompos berbasis FABA merupakan inovasi pembinaan yang tidak hanya produktif, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

"Kami berharap keberhasilan kompos Lapas Pangkalpinang dapat memberi manfaat hingga Pulau Belitung melalui transfer pengetahuan dan praktik bagi warga binaan, klien pemasyarakatan, serta kelompok tani," ujarnya.

Menurut Sugeng, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar pemanfaatan kompos berbasis FABA semakin luas di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Selain meningkatkan keterampilan peserta, program tersebut juga diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan dan membuka peluang usaha baru.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, menilai pelatihan ini menjadi contoh sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

"Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan langkah nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat pemberdayaan warga binaan dan klien pemasyarakatan," katanya.

Ia menambahkan kerja sama dengan kelompok tani dan PLTU Belitung diharapkan mampu menghasilkan keterampilan yang dapat diterapkan langsung di masyarakat sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian agar warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan setelah kembali ke masyarakat.

"Kami berharap pelatihan ini melahirkan keterampilan, menumbuhkan semangat berkarya, dan membuka peluang usaha produktif melalui sinergi dengan seluruh mitra," ujarnya.

Di sisi lain, Manager PLTU Belitung, Mahya Tauhidiya Nur, menyebut pemanfaatan limbah FABA sebagai bahan baku kompos merupakan solusi yang mendukung konsep ekonomi sirkular karena mampu mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Melalui pelatihan ini, inovasi kompos yang sebelumnya dikembangkan di Lapas Pangkalpinang diharapkan dapat diterapkan lebih luas di Pulau Belitung, sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan dan klien pemasyarakatan dalam mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian dan lingkungan.

Editor: Haryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut