Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sebanyak 175 Orang Terjangkit DBD di Bangka Barat Sepanjang Tahun 2025
Advertisement . Scroll to see content

Hingga Pertengahan Tahun 2022, Kasus DBD di Bangka Barat Mencapai 295

Senin, 27 Juni 2022 | 13:42 WIB
  • author Rizki Ramadhani
Hingga Pertengahan Tahun 2022, Kasus DBD di Bangka Barat Mencapai 295
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Babar, M. Putra Kusuma. (Foto: lintasbabel.id / Rizki Ramadhani)

BANGKA BARAT, lintasbabel.id - Kendati kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bangka Barat (Babar) mengalami penurunan, namun saat ini ada 19 pasien yang masih menjalani perawatan di RSUD Sejiran Setason.

Hal tersebut diungkapkan Kasi Pelayanan dan Penunjang Medis, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sejiran Setason, dr. Mariya Ulfah. 

"Ada 19 pasien yang dirawat. Sebagian pasien ini juga rujukan dari beberapa Puskesmas yang ada di Bangka Barat. Di antaranya Tempilang, Jebus, Simpang Teritip, Mentok dan Kelapa, " kata dr. Mariya Ulfah, Senin (27/6/2022). 

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Barat (Babar) mencatatkan ada sebanyak 295 pasien terjangkit DBD.

Masih adanya orang yang terjangkit DBD, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Babar, M. Putra Kusuma meminta  masyarakat untuk bergerak bersama-sama memberantas DBD.

Dengan cara menutup rapat tempat penampungan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

"Sudah memasuki musim penghujan, maka akan rawan penyakit DBD. Kami juga selalu mengedukasi masyarakat untuk hidup bersih baik di dalam dan di lingkungan rumah mereka, " ucapnya. 

Menurutnya, pemberantasan jentik nyamuk ini dimulai dari keluarga dan dilanjutkan tingkat RT/RW dan desa/kelurahan setempat, yang dilakukan secara berkala dan serentak minimal lima hari sekali dan secara berkelanjutan menjadi poin penting pengendalian DBD.

"Kami imbau untuk melakukan menerapkan 3M plus (Mengurus, Menutupi dan Menguburkan) barang yang berpotensi menampung air, secara rutin. Karena hanya dengan cara ini lah yang paling efektif. Tidak ada cara yang efektif lainnya, " tuturnya. 

Mengenai hal tersebut, Putra mengatakan pihaknya juga berupaya semaksimal mungkin melakukan untuk pengendalian kasus DBD ini.

"Perlu effort yang besar, serentak dan masif oleh semua lapisan masyarakat bergerak bersama. Mari sama-sama memberantas DBD mulai dari rumah kita, " ungkapnya. 

 

Editor: Muri Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut