BANGKA SELATAN, Lintasbabel.iNews.id – PT Timah menyalurkan 210 paket seragam dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kabupaten Bangka Selatan. Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat kebakaran.
Kebakaran yang terjadi pada 10 Oktober 2026 tersebut tidak hanya menghanguskan rumah warga, tetapi juga berbagai barang berharga milik keluarga, termasuk pakaian, sepatu, dan perlengkapan sekolah anak-anak.
Melalui bantuan ini, PT Timah berupaya meringankan beban keluarga terdampak sekaligus memulihkan semangat anak-anak agar dapat kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Salah satu penerima bantuan, Darmi Susanti (34), mengaku tidak menyangka api akan melalap tempat tinggalnya. Saat kebakaran terjadi, ia tidak sempat menyelamatkan banyak barang, termasuk perlengkapan sekolah milik anaknya, Adrian, yang merupakan siswa TK KB Muhajirin.
Bagi Darmi, bantuan seragam dan perlengkapan sekolah tersebut sangat berarti. Pasalnya, setelah kebakaran, ia harus kembali memenuhi berbagai kebutuhan keluarga dari awal.
"Tidak ada barang yang bisa diselamatkan, termasuk peralatan sekolah anak-anak semuanya terbakar. Alhamdulillah anak-anak dapat sepatu dan seragam dari PT Timah," ujarnya, dikutip Senin (19/10/2026).
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak korban kebakaran tetap bersekolah tanpa harus terlalu terbebani oleh kehilangan perlengkapan belajar yang mereka alami.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, mengapresiasi kepedulian PT Timah terhadap anak-anak terdampak kebakaran.
Menurutnya, bantuan berupa sepatu, seragam pramuka, dan alat tulis tersebut sesuai dengan kebutuhan anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat bencana.
"Sebanyak 210 paket bantuan disiapkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak dari berbagai jenjang, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas yang diberikan PT Timah," ucapnya.
Anshori menjelaskan, anak-anak sempat mengalami ketakutan dan kesedihan setelah menyaksikan kebakaran yang melanda permukiman mereka. Karena itu, proses pemulihan tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan material, tetapi juga perlu didukung pendampingan psikologis.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan turut mengupayakan pendampingan psikologis atau trauma healing bagi anak-anak terdampak. Ia juga mengapresiasi PT Timah yang telah memberikan layanan serupa kepada para penyintas kebakaran.
Seiring berjalannya waktu, semangat anak-anak untuk kembali bersekolah mulai tumbuh. Dukungan dari pemerintah, perusahaan, dan berbagai pihak lainnya diharapkan dapat membantu mereka melewati masa sulit sekaligus memastikan pendidikan tetap berlanjut.
Semangat untuk kembali belajar juga dirasakan Wenda, siswi kelas II SMP Negeri 2 Simpang Rimba. Ia mengaku masih sedih karena perlengkapan sekolahnya hangus terbakar dan belum dapat mengikuti kegiatan belajar selama beberapa hari setelah kejadian.
"Alat-alat sekolah semuanya terbakar, tidak ada yang bisa diselamatkan. Waktu kejadian saya lagi di luar hanya ada orang tua. Sedih juga sudah 4 hari ini enggak sekolah. Terima kasih PT Timah bantuannya buat saya sedikit lebih bersemangat," ujarnya.
Bantuan seragam dan perlengkapan sekolah dari PT Timah diharapkan dapat menjadi dorongan bagi anak-anak korban kebakaran untuk kembali menjalani aktivitas pendidikan dengan lebih percaya diri.
Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, dukungan terhadap kebutuhan pendidikan dan kondisi psikologis anak-anak menjadi bagian penting agar mereka dapat kembali belajar, meraih cita-cita, dan menatap masa depan dengan optimistis.
Editor : Haryanto
Artikel Terkait
