PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.id – Dukungan terhadap fasilitas keagamaan masyarakat terus dilakukan PT Timah Tbk. Hingga semester I 2026, perusahaan telah menyalurkan bantuan untuk 27 rumah ibadah yang berada di wilayah operasionalnya.
Bantuan tersebut mencakup pembangunan maupun peningkatan sarana dan prasarana rumah ibadah. Sejumlah fasilitas yang dibantu antara lain toilet, lantai, pendingin ruangan, saluran pembuangan, hingga perlengkapan pendukung kegiatan ibadah.
Salah satu penerima bantuan adalah Musala Al Ikhlas di Dusun IV Daya Baru, Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Di musala tersebut, bantuan PT Timah akan diprioritaskan untuk pembangunan toilet yang selama ini belum tersedia.
Ketua Pengadaan Sarana dan Prasarana Musala Al Ikhlas, Suryan, mengatakan fasilitas toilet menjadi kebutuhan mendesak bagi jamaah.
Selama ini, jamaah yang membutuhkan toilet harus kembali ke rumah masing-masing karena musala belum memiliki fasilitas tersebut.
“Toilet merupakan kebutuhan prioritas. Bantuan PT Timah akan kami manfaatkan untuk membeli material pembangunan toilet. Selama ini jamaah harus pulang karena tidak ada fasilitas tersebut,” kata Suryan, dikutip Jumat (2/10/2026).
Selain toilet, pengurus Musala Al Ikhlas juga masih membutuhkan sejumlah fasilitas lain, seperti lantai, sound system, garasi, kipas angin dan sajadah.
Dukungan PT Timah juga menyasar pembangunan Rumah Doa Gereja Methodist Indonesia (GMI) Jemaat Pos Wesley di Gang Sahata, Desa Sukamaju, Kelurahan Sungai Pasir, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Pembangunan rumah doa ini menjadi kebutuhan penting bagi jemaat. Selama sekitar tiga tahun, jemaat Pos Wesley masih menggunakan tempat sewaan untuk menjalankan kegiatan keagamaan.
Ketua Pembangunan Rumah Doa GMI Jemaat Pos Wesley Kabupaten Karimun, Vebrian Amos B Sinaga, mengatakan keterbatasan dana menjadi salah satu kendala dalam proses pembangunan.
Selain mengandalkan bantuan, jemaat juga menggalang dana secara mandiri melalui bazar dan swadaya.
“Selain bantuan dari PT Timah, kami juga menggalang dana melalui bazar dan swadaya dari para jemaat. Kami mengucapkan terima kasih karena bantuan ini cukup besar dan sangat membantu pembangunan rumah doa,” ujarnya.
Rumah doa tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk ibadah rutin. Fasilitas itu juga akan menjadi tempat pelayanan, pembinaan anak-anak, pendidikan, kegiatan sosial hingga pembelajaran seni dan musik.
Salah satu jemaat, Ramsida, mengatakan pembangunan rumah doa menjadi harapan yang telah lama dinantikan.
“Jemaat yang merindukan rumah doa merasa terberkati dan bersukacita. Berkat bantuan PT Timah, pembangunan rumah doa ini bisa lebih cepat,” ungkapnya.
Di Kabupaten Belitung Timur, bantuan PT Timah diberikan untuk meningkatkan sarana dan prasarana Masjid Agung Darussalam, Kecamatan Manggar.
Masjid tersebut tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan salat lima waktu, tetapi juga pusat berbagai kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat, termasuk kegiatan yang digelar pemerintah daerah serta peringatan hari besar Islam.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Darussalam, Bani Machtum, mengatakan bantuan tersebut membantu pengurus memenuhi kebutuhan fasilitas masjid yang digunakan masyarakat setiap hari.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas bantuan dari PT Timah karena ini sangat membantu meningkatkan kenyamanan jamaah. Masjid ini menjadi tempat keagamaan dan sosial,” ujarnya.
Menurut Bani, tingginya aktivitas di masjid membuat kebutuhan pemeliharaan fasilitas juga cukup besar. Selama ini, perawatan dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan infak jamaah.
Bantuan PT Timah akan digunakan untuk meningkatkan sejumlah fasilitas penunjang kenyamanan jamaah, termasuk pendingin ruangan, toilet dan saluran pembuangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Timah karena sudah membantu melihat kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan bantuan ini membuat jamaah semakin nyaman beribadah dan kegiatan keagamaan bisa berjalan lebih baik,” katanya.
Bantuan untuk rumah ibadah tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Timah.
Tak hanya sebagai tempat ibadah, keberadaan rumah ibadah juga menjadi ruang berkumpul masyarakat, pembinaan generasi muda, pendidikan, pelayanan sosial hingga penguatan kebersamaan.
Dengan peningkatan sarana dan prasarana, fasilitas keagamaan diharapkan semakin mampu menunjang aktivitas masyarakat di wilayah sekitar.
Editor : Haryanto
Artikel Terkait
